Rabu, 10 Oktober 2012

surat LAPORAN PKL


SURAT LAPORAN PKL

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Maksud dan tujuan
1.1       Latar Belakang Penyusunan

            Dasar pelaksanaan program Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 36, Jakarta. Terletak pada keberhasilan dan keterkaitan antara pendidik sekolah dengan tuntutan dunia kerja yang mana dapat dilihat dari sudut pandang siswa-siswi untuk membuat laporannya.

Oleh Karena itu, kegiatan PRAKERIN ini sangat penting bagi siswa-siswi SMK agar mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan kemampuannya dan diharapkan siswa-siswi tersebut memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas di sekolah maupun di dunia kerja. Maka perlu di wujudkan dalam laporan tertulis.

Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai perwujudan kebijakan “Link and Match” dalam prosesnya dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tercapainya relevensi pendidikan dengan tuntukan kebutuhan tenaga kerja. Salah satu bentuk implementasi pelaksanaan program PSG adalah praktik kerja siswa di Dunia Usaha / Dunia Industri ( DU / DI ).

Harapan utama dari kegiatan penyelenggaraan praktik kerja di Dunia Usaha / Dunia Industri ( DU/ DI ) bagi siswa SMK Negeri 36 Jakarta, yaitu memiliki kemampuan etos kerja yang meliputi : tanggung jawab, kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreatifitas, hasil pekerjaan yang berkualitas, disiplin waktu dan kerajinan dalan bekerja.

1.2       Tujuan Penyusunan
           
1.  Mengetahui menambah kemampuan siswa-siswi dalam berfikir.
2.  Memiliki tingkat kompetensi dalam penyusunan.
3.  Bukti tertulis tentang yang d lakukan di dunia kerja sebagai laporan ke sekolah.
4.  Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
5.  Menerapkan pelajaran yang diajarkan disekolah ke dalam dunia kerja.

1.    Tujuan Pendidikan Nasional
            Pendidikan merupakan pilar tegaknya bangsa; Melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, disebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Visi dan misi pendidikan nasional telah menjadi rumusan dan dituangkan pada bagian “penjelasan” atas UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi dan misi pendidikan nasional ini adalah merupakan bagian dari strategi pembaruan sistem pendidikan.
·         Visi Pendidikan Nasional
            Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya system pendidikan sebaga pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
·         Misi Pendidikan Nasional
            Dengan visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut:
1. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
2. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
3. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;
4. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan
5. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.

2.    Tujuan Pendidikan SMK
            Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat dirangkum sbb.
1.    Menyiapkan siswa agar memiliki kepribadian yang bermoral dan beretika sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan memiliki keahlian yang andal di bidangnya ( terutama di bidang akomodasi perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga ).
2.    Menyiapkan  siswa agar mampu menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi
3.    Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang terampil produktif untuk dapat mengisi lowongan kerja yang ada dan mampu menciptakan lapangan kerja terutama dibidang akomodasi perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga
4.    Memberikan peluang masa depan lebih baik, jika tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

3.    Tujuan Program Keahlian
            Di dalam sekolah menengah kejuruan (SMK) mempunyai banyak program keahlian, dari program keahlian teknik, perikana laut, pelayaran dan sebagainya. Program keahlian adalah suatu tempat yang mengajarkan keahlian tertentu dalam SMK. Dari program keahlian itu, kita dapat mempunyai suatu keahlian tertentu yang kita kehendaki. Dari itu, kita dapat mempelajari suatu keahlian, kita dapat mempelajari dari program keahlian yang kita kehendaki itu.

         4. Tujuan Pendidikan Sistem Ganda
            Tujuan siswa SMK dalam mengikuti praktek kerja industri (prakerin) adalah mengenalkan kepada siswa SMK bagaimana berada di dunia usaha dan indusrtri atau pun sebuah perusahaan dalam prakerin siswa SMK berlatih untuk menggunakan keahliannya didalam dunia usaha dan industri. Prakerin juga melatih kita untuk hidup mandiri di kehidupan yang akan dating. Prakerin sangat wajib di ikuti oleh seluruh siswa SMK. Karena tanpa prakerin siswa SMK tidak tahu bagaimana ia akan berada di industri nantinya.
            Dari prakerin, tingkat keahlian siswa SMK dinilai dalam sikapnya dan pola pikirnya didalam dunia usaha dan industri. Prakerin juga melatih siswa SMK untuk bersikap dewasa dalam dunia industri. Jadi siswa SMK harus mengikuti pakerin terlebih dahulu, jika ingin berada di dunia industri.
1.3       Metode Pengumpulan Data
            Selama melaksanakan Praktek Kerja Industri ( PRAKERIN ) memperoleh data yang telah diperlukan dengan metode :
1.    Metode Wawancara
Penulis mengadakan wawancara dengan karyawan PT. Multicon Indrajaya Terminal dan PT. Gaya Motor terutama karyawan bidang Teknik Pemesinan mengenai urusan proses kerja dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembuatan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini.
2.    Metode Pengemasan
Dengan mengamati setiap pekerjaan yang diberikan, penulis atau pelaksanaan PSG menarik kesimpulan sebagai data untuk membuat laporan.
3.    Metode Perpustakaan
keterangan yang diberikan atau diperoleh dari bahan-bahan tulisan yang diberikan oleh PT. Multicon Indrajaya Terminal dan PT. Gaya Motor anatar lain dokumen dan berkas-berkas berupa foto copy.

B. Sasaran Kegiatan  

1.            Peserta Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
            Nama                                     : Rendi maesyahputra
            Tempat & tanggal lahir        : 14-03-1995
            NIS                                         : 7589
            Kelas                                      : XI TP 1
            Prog Keahlian                      : Teknik pemesinan
2.            Tempat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
            Tempat pendidika sistem ganda (PSG) pertama :
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
            Tempat pendidikan sistem ganda (PSG) kedua :
PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
C.   Kendala dan Solusi Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda       

1.    Kendala Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Kendala :
Saat memasang playwil dan skrup matahari terjadi kesalahan pemasangan
Solusi :
Membongkar kembali dan memasang dengan cara diangkat menggunakan forklif

Kendala :
Pada saat mengecek oli transmisi mengalami kerusakan
Solusi :
Mengecek oli transmisi falmet dengan mesin hidup atau ruuning.

PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
Kendala :
Sulit memahami nama part di bagian setting
Solusi :
Bertanya pada pembimbing perusahaan

Kendala :
Tidak memahami tipe part untuk di packing
Solusi :
Membaca dan memahami tipe part yang ada di buku kerja.
2.    Hambatan Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Hambatan :
·         Jarak PT multicon yang jauh sehingga saya harus lebih cepat untuk berada di tempat PKL lebih cepat.
·         Tidak ada pemberitahuan pada bagian security sehingga ketika masuk PT masih harus meninggalkan kartu pelajar.
PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
·         Pada awalnya tidak mengetahui bagian-bagian yang ada di pabrik.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Sejarah berdirinya perusahaan
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
            Sejak berdirinya terminal pertama di tahun 1998, PT. Multicon Indrajaya Terminal telah terus mengalami pertumbuhan besar dan terbukti kinerja yang sangat baik dalam melayani Operator utama Jalur Utama. Beberapa pelanggan setia kami adalah Maersk Line, OOCL, Hyundai, Yang Ming Line, Zimline, Evergreen, APL, NYK, Pengiriman Cina, dan CMA - CGM.             Berdasarkan komitmen kami yang tinggi dalam yang sangat baik, profesionalisme pelayanan dan disiplin, dan nilai tambah kepada pelanggan, Multicon telah berkembang begitu banyak yang kita saat ini telah menjadi salah satu Operator Depot Kontainer terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar minimal 20% di seluruh Indonesia. Memiliki terminal kontainer 7 di masa sekarang, 2 di Jakarta, 2 di Surabaya, 1 di Panjang dan 1 di Semarang, dan 1 di Belawan. Instalasi infrastruktur TI terbaru, fasilitas modern dan menerapkan manajemen operasional yang efektif dan efisien, Multicon memimpin pasar dalam hal volume pergerakan kontainer. Multicon bertujuan untuk menyediakan layanan terminal terbaik kepada pelanggan dengan terus mengembangkan proses dan fasilitas kami.

            cabang Jakarta 1Jl. Palembang Nomor 1 Marunda, Jakarta 14210, IndonesiaTelp: +62-21 4485 4900.Fax: +62-21 4485 4901. Bekerja Jam: 24 jamArea: 100.000 m2 perkerasan betonFasilitas:

1.    Memiliki 10 Layanan Pelanggan baris
2.    Memiliki 7 Handlers Kontainer
3.    Memiliki 8 gerbang baris di Impor, kapasitas 16 kontainer teus
4.    Memiliki gerbang 1 baris di Ekspor, kapasitas 2 teus kontainer
5.    Memiliki gerbang 14 baris keluar, kapasitas 28 teus kontainer
6.    Memiliki Kontainer Sistem Terminal dan Sistem EDI
7.    Memiliki IICL, Reefer dan Welding Sertifikasi
8.    Memiliki Pengolahan Limbah Air
9.    Pelayanan:
10. Kapasitas penyimpanan hingga 20.000 teus per hari
11. Troughput hingga 50.000 teus per bulanMencuci hingga 25.000 teus per bulan
12. Perbaikan hingga 10.000 teus per bulan
13. Garment di Hanger hingga 1000 teus per bulan
14. Reefer PTI hingga 3.000 teus per bulan
15. Reefer Pemantauan hingga 5.000 teus per bulan
16. ISO Tank Perbaikan hingga 500 teus per bulanTank ISO Membersihkan Stasiun hingga 750 teus per bulan.
17. Kontainer Renovasi hingga 100 teus per bulanPengangkutan hingga 10.000 teus per bulan.


PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
                 PT. Astra International Incorporation (AII) pertama kali didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 Drs. Tjia Kian Tie (Alm), William Soerjadja (Tjia Kiang Liong ), dan E. Hariman (Liem Peng Hong), yang bergerak dalam bidang usaha ekspor-impor hasil bumi, inventaris alat-alat kereta api untuk PKA (sekarang PJKA), serta bahan-bahan untuk proyek pengembangan PLTA Jatiluhur.
                 Kemudian pada tahun 1965 PT. Astra International mendirikan bangunan baru di Jakarta dan kantor yang berada di Bandung dijadikan sebagai kantor cabang. Pada masa itu PT. Astra International bergerak dalam bidang impor alat-alat berat dan kendaraan bermotor. Berkat usaha patungan antara pemerintah Indonesia dengan yang bergerak dalam bidang perakitan kendaraan beroda empat, maka pada tanggal 25 Februari 1969 berdirilah PT. Gaya Motor. Pada tanggal 1 Juli 1969 PT. Astra International Incorporation (AII) mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah Republik Indonesia sebagai agen tunggal kendaraan bermotor merek “Toyota” untuk seluruh wilayah Indonesia.
                 Sebagai kelanjutan dari pengakuan tersebut pada pertengahan tahun 1970 PT. Astra International Incorporation (AII) membentuk “Toyota  Division” yang menangani distributor dan pemasaran kendaraan merek Toyota. Melihat prospek pemesanan mobil merek Toyota cukup cerah, maka pada tahun 1971 didirikan perusahaan baru yang diberi nama PT. Toyota Astra Motor (TAM) yang merupakan patungan antara Indonesia dengan Jepang. Perusahaan dari pihak Jepang  adalah Toyota Motor Company LTD, dan Toyota Sales Company LTD. Sedangkan dari pihak Indonesia adalah PT. Astra International dan PT. Gaya Motor.
                 Setelah PT. Astra Motor berdiri, maka status agen tunggal Toyota untuk seluruh wilayah Indonesia dialihkan kepada PT. Toyota Astra Motor, sedangkan PT. Astra International berubah statusnya menjadi penyalur utama kendaraan bermotor merek Toyota. Kegiatan PT. Toyota Astra Motor adalah mengimpor mobil-mobil merek Toyota dalam keadaan Completely Knock Down (CKD) dari Jepang dan merakitnya di PT. Gaya Motor serta menyalurkan pada dealer-dealer utama di Indonesia. Disamping sebagai agen tunggal PT. Toyota Astra Motor juga bergerak sebagai importir suku cadang untuk mobil-mobil merek Toyota.
                 Dengan semakin berkembangnya pemasarannya mobil merek Toyota, dan agar pengelola pemasaran mobil Toyota di Indonesia dapat lebih efisien dan efektif, maka pada tanggal 1 Januari 1976 didirikan PT. Astra Motor Sales (AMS) berdasarkan Akta Notaris Kartini Mulyadi, SH. No. 195 tanggal 30 Juli 1975 dan No. 52 tanggal 10 Oktober 1975. Sebelumnya untuk penjualan mobil Toyota dilakukan oleh satu divisi dari PT. Astra International yaitu Motor Vehicle Division. Pada tahun 1989, PT. Astra Motor Sales bergabung dan menjadi divisi penjualan dari PT. Astra International. Kegiatan utama PT. Astra International adalah menjual mobil merek Toyota, menjual sahamnya pada masyarakat          (go public) dengan nilai nominal yang tidak terlalu tinggi.
                 Pada saat go public, nama PT. Astra International diubah menjadi PT. Astra International Toyota Division. Pada tanggal 8 Agustus 1995 menurut Akte Notaris Ny. Rukmasanti Hardjasatya, SH No.2, PT. Astra International Toyota Division berubah menjadi PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation yang bertempat di Jl. Dr. Djunjunan 192 Bandung. Maka pada tanggal 4 Maret 1996 diresmikan PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation cabang Pasteur Bandung oleh Chief Executive AUTO 2000 Yap Tjay Soen.
                 Dalam upaya memenuhi kebutuhan pelanggan akan kendaraaan bemotor merek Toyota, PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation juga melakukan bantuan pengelolaan atas PT. Serasi Autoraya (Toyota Rent AUTO 2000 Car/Trac) yang menangani jasa penyewaan mobil merek Toyota dan PT. Arya Kharisma (Mobil 88) yang melayani penjualan mobil bekas merek Toyota.  Kedua perusahaan ini termasuk dalam AUTO 2000 Group.
                 Sebagai dealer utama wilayah perusahaan PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation mencakup Sumetra (kecuali Jambi, Riau, dan Bengkulu), Jawa (kecuali Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta), Bali, NTB, dan NTT.  Kantor cabang Pasteur merupakan cabang ketiga untuk wilayah Bandung dan sekitarnya.  Masing-masing cabang berdiri sendiri dan dalam kegiatan opoerasionalnya bertanggung jawab langsung ke kantor pusat PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation  yang beralamat di Jl. Gaya Motor III No. 3 Sunter II Jakarta Utara.

2.2  Tahapan Pelaksanaan Kegiatan di Perusahaan

PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Senin-sabtu
No.
JAM
KEGIATAN
1
07.00 – 12.00
Masuk kerja
3
12.00 – 13.00
ISHOMA
4
13.00 – 16.00
Masuk kerja
5
16.00 -
Jam pulang

Jumat
No.
JAM
KEGIATAN
1
07.00 – 11.30
Masuk kerja
3
11.30 – 13.00
ISHOMA
4
13.00 – 16.00
Masuk kerja
5
16.00 -
Jam ulang

PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
Senin – kamis
No.
JAM
KEGIATAN
1
07.00 – 12.00
Masuk kerja
2
10.00 – 10.30
Coffe break
3
10.30 – 12.30
ISHOMA
4
12.30 – 15.00
Masuk kerja
5
15.00 -
Jam pulang



Jum’at
No.
JAM
KEGIATAN
1
07.00 – 11.30
Masuk kerja
2
10.00 – 11.00
Coffe break
3
11.00 – 13.00
ISHOMA
4
13.00 – 15.30
Masuk kerja
5
15.30 -
Jam ulang

2.3  Uraian Kegiatan Prakerin
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
                 Di perusahaan ini peserta prakerin ditempatkan pada bagian Divisi Technical Support Center selama 22 Juni 2011 s/d 22 Juli 2011, antara lain :

•    Membersihkan area kerja
•    Menyetim side leader
•    Mengganti alternator
•    Mengganti hose
•    Memasang inyektor
•    Menjemper ACCU
•    Memotong hose
•    Melepas filter hidrolik
•    Memasang dan mengganti PECU


PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
                 Di perusahaan ini peserta prakerin ditempatkan pada bagian Divisi PAINTING PLASTIC dibagian HONDA OEM selama 3 januari 2012 s/d 30 maret 2012, antara lain :
·         Cleaning Part
Yakni proses pembersihan part setelah di buffing
·         Setting Part
Proses yang dilalkukan setelah proses recti untuk dikirim ke honda.
·         Wraping Part
Proses Pembungkusan spart part motor dan memberi kode part.
·         Sending Part
Proses pengampalasan pada permukaan part yang terjadi kesalahan pengecetan.
·         Supply Part
Proses pengiriman barang untuk dilakukan proses berikutnya.
2.4  Hasil-Hasil Produksi Perusahaan
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
                 Hasil-hasil yang di produksi perusahaan adalah :
Bergerak dalam bidang ekspor dan impor hanya meminjamkan peti kemas dan overhoul engine trucking yang rusak. Selain itu melakukan perawatan pada peti kemas dan sitloader dan toploader.

PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
                 Hasil-hasil produksi perusahan adalah :
·         Spart part motor honda
ü  cover tail
ü  Front top
ü  Handle front
ü  Visor
ü  Body L/R
ü  Mainpep
ü  fender
·         Mobil BMW
·         Mobil daihatsu
·         Mobil toyota
·         Assembling toyota, Daihatsu.



BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Kesimpulan penulis selama melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) yaitu :

Ø  Penulis kini dapat mengetahui cara kerja yang efisien dan efektif.
Ø  Penulis dapat menerapkan materi-materi yang dapat di sekolah pada Praktik Kerja Lapangan.
Ø  Penulis mendapatkan wawasan yang luas dan berharga di PT. Multicon Indrajaya Terminal & PT. Gaya Motor di Divisi Technical Support Center & Honda OEM.
Ø  Penulis dapat mengetahui bagaimana pentingnya pengelolaan mesin di dalam perusahaan.
Ø  Penulis juga dapat mengetahui bahwasanya PT. Multicon Indrajaya Terminal & PT. Gaya Motor adalah Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Ø  Penulis dapat mengetahui bagaimana tata bersikap & berbicara yang baik layaknya pegawai.

3.2    Saran
1. Saran Kepada Pihak Perusahaan
          Penulis mengharapkan pada pihak perusahaan agar para senior dan atasan yang lain lebih aktif dalam mengajar dan mendidik anak- anak yang mengadakan observasi pembelajaran di perusahaan agar anak- anak yang mengikuti On Job Training lebih mengerti dengan apa yang dia dapat.

2. Saran Kepada Pihak Sekolah
          Harapan kepada pihak sekolah untuk selalu berhubungan baik dengan pihak industri serta merintis kerja sama dengan baik agar siswa/i dapat mengetahui perkembangan di bidang industri.

Akhir kata penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membatu penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini, dan apabila dalam pembuatan karya tulis ini ada kesalahan yang dibuat penulis maka penulis berharap pada pihak yang merasa dirugikan memberikan maaf yang sebesar-besarnya.



Riwayat Hidup Siswa
                       
                                                Yang bertanda tangan dibawah ini :


                                    Nama             :           Rendi Maesyah Putra
                                    TTL                :           Jakarta, 14  Maret 1995
                                    Status            :           Pelajar
                                    Alamat           :           Jln. Swasembada Timur XX No. 23 RT.015/05                                                                                               Kel.Kebun Bawang, Kec.Tanjung Priok
                                                                        Jakarta Utara          

            Dengan ini saya masih berstatus sekolah di SMK Negeri 36 kelas 2 Teknik Pemesinan (PSG) di PT. Multicon Indrajaya Terminal & PT. Gaya Motor.
            Selama saya menjalankan PSG banyak ilmu-ilmu yang saya dapatkan dibagian tersebut & sangat berguna untuk saya dikemudian hari.
            Demikian saya sampaikan Riwayat Hidup saya yang saya buat dengan sebenar-benarnya, Terima Kasih.

                                                                                                                                            Hormat Saya
                                                                                                                       Jakarta,

                                                                                                                                    Rendi Maesyahputra
Dip

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar